Tutorial Develop Mobile Apps dengan Flutter (Dart) Gratis

Assalamu'alaikum. Selamat pagi / siang / malam sobat YukCoding. Setelah sebelumnya kita belajar tentang pemrograman android dengan Android Studio (java android) dan React Native, kali ini kita juga akan belajar membuat aplikasi mobile dengan Flutter.


Apa itu Flutter?
Flutter adalah sebuah framework open-source yang dikembangkan oleh Google untuk membangun antarmuka (user interface/UI) aplikasi Android dan iOS.

Enaknya menggunakan Flutter ini ialah bahasa yang dipelajari satu yaitu Dart dan bisa di-compile ke beberapa platform sekaligus seperti android atau iOS, bahkan kita bisa juga membuat web dengan Flutter.

Langsung saja kita bisa ikuti step by step nya pada list link dibawah ini :

 7. dan lain lain

Bagaimana, seru bukan belajar di bareng YukCoding?
Jangan lupa like, share, dan subscribe tutorial-tutorial menarik dari YukCoding Media.

Semoga bermanfaat. Happy coding :)
#A3

Kelas Belajar Flutter untuk Membuat Aplikasi Android dan iOS Lebih Mudah

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar teman-teman YukCoding? Semoga sehat dan sukses selalu. Kali ini YukCoding Tutor ingin berbagi tentang pengalaman belajar Flutter untuk membuat aplikasi iOS dan Android dengan satu bahasa pemrograman saja.
Kalian pasti penasaran apa itu flutter, mungkin sebagian sudah tahu. Supaya teman-teman yang belum tau jadi paham, saya akan jelaskan terlebih dulu mengenai Flutter.
Flutter adalah software development kit dari Google yang sifatnya open source. Apa bedanya Flutter dengan React Native, jQuery Mobile, dan SDK atau framework pengembang aplikasi mobile lainnya? Alasan saya belajar Flutter dikarenakan fleksibilitas dari bahasa pemrograman yang digunakan yakni Dart, untuk mengembangkan aplikasi mobile iOS dan Android bersamaan.
SDK ini biasa digunakan sebagai plugin pada Android Studio atau text editor seperti Visual Studio Code, Sublime, dan Atom.
Sebelum memulai belajar Flutter, ada satu tantangan yang harus dihadapi, yaitu instalasi Flutter. Instalasi SDK ini tampak kompleks dan berbeda dari instalasi text editor atau framework pada umumnya. Namun tidak perlu khawatir, instalasi hanya sekali dan ketika sudah paham, kalian akan bisa menginstal dengan mudah di perangkat lain. Silakan mengikut panduan selengkapnya di website resmi flutter.dev dan pilih sistem operasi yang kalian masing-masing gunakan.

Berikut ini penampakan Flutter pada Android Studio di MacOS. Tampilannya tidak jauh berbeda dari Windows.


Setiap elemen pada Flutter disebut dengan istilah widget. Aplikasi yang dibuat dari Flutter merupakan aplikasi yang terdiri dari kumpulan widget. Terdapat dua jenis widget pada Flutter, yaitu Stateless Widget dan Stateful Widget.
Stateless widget adalah elemen yang tidak berubah atau bersifat statis sesuai konfigurasi awalnya. Widget stateless tidak akan berubah meski diberi rangsangan. Seperti kotak boks untuk latar, menu bar, dan lain sebagainya.
Fungsi pada stateless widget hanya bisa digunakan only once dan tidak dapat dipanggil kembali. Untuk membuat widget ini, kita harus membuat widget baru lagi.
Berikut penampakan stateless widget secara sederhana:


Stateful widget berbeda dengan stateless widget, stateful widget dapat berubah bentuk dan sifatnya dinamis. Stateful widget dapat berbentuk text box, button, dan lain-lain. Perubahan bentuk dapat disesuaikan dengan rangsangan yang diberikan. Selain itu, widget ini dapat dipanggil berkali-kali tanpa perlu membuat ulang dari awal.


Bagi kalian yang ingin belajar Flutter lebih dalam lagi, saya menyarankan untuk mengambil kursus “Happy Flutter- Membuat Aplikasi Android dan iOS jadi Gampang”. Kursus ini tersedia dalam Bahasa Indonesia sehingga bagi teman-teman yang kurang ahli dalam berbahasa Inggris, diharapkan dapat lebih mudah paham dan mengerti.
Kursus ini tersedia di Udemy, platform edukasi terbesar dengan lebih dari 30 juta pengguna dan 50ribu mentor yang mengajarkan berbagai ilmu seperti desain grafis, web development, akuntansi, dan lain-lain. Jumlah ini terus bertambah seiring perkembangan waktu. Di platform ini kalian bisa langsung menanyakan terkait kesulitan pada mentor melalui fitur ‘QnA’ yang tersedia. Selain itu, materi pembelajaran yang dibutuhkan dapat langsung diunduh ke komputer sehingga kita tidak perlu repot-repot membuat atau mencari di mesin pencarian.
Kalau belum punya kartu kredit atau ATM, kalian bisa melakukan pembayaran untuk membeli kelas kursus melalui Indomaret atau Alfamart terdekat. Oh ya, di Udemy kita bisa memilih untuk membeli kursus yang kita inginkan dan bisa diakses kapan saja alias bukan berlangganan bulanan. Jadi, kalau belum sempat belajar bulan ini, kamu bisa belajar tahun depan sekalipun.
Sekian artikel tentang belajar Flutter kali ini. Salam buat keluarga di rumah. Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr. wb.
#A3

Info

Happy coding :)
Just load it!